Sabtu, 19 Juli 2014

lagu We Will Not Go Down



We Will Not Go Down - Michael Heart

 

A blinding flash of white light
Kilauan cahaya putih yang membutakan mata
Lit up the sky over Gaza tonight
Menerangi langit Gaza malam ini
People running for cover
Orang-orang berlari mencari perlindungan
Not knowing whether they’re dead or alive
Tak tahu apakah mereka mati atau hidup

They came with their tanks and their planes
Mereka datang naik tank dan pesawat
With ravaging fiery flames
Dengan kobaran api yang menghacurkan
And nothing remains
Dan tak ada yang tersisa
Just a voice rising up in the smoky haze
Hanya sebuah suara yang terdengar di dalam kepulan asap

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini

Women and children alike
Wanita dan anak-anak sama saja
Murdered and massacred night after night
Dibunuh dan dibantai tiap malam
While the so-called leaders of countries afar
Saat para pemimpin negara yang berada jauh di sana
Debated on who’s wrong or right
Memperdebatkan siapa yang salah dan benar

But their powerless words were in vain
Namun kata-kata mereka sia-sia
And the bombs fell down like acid rain
Dan bom berjatuhan seperti hujan asam
But through the tears and the blood and the pain
Namun dalam air mata dan darah dan rasa sakit
You can still hear that voice through the smoky haze
Masih bisa kau dengar suara dari kepulan asap itu

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini

Jumat, 18 Juli 2014

puisiku

Daun Terakhir: puisi daun terakhir: Daun Terhakir Musim gugur tiba Semua sirna oleh hembusan angin Gugur daun dari pohon Membuat perasaan ini hampa Ingat tak a...

Daun Terakhir: puisi daun terakhir

Daun Terakhir: puisi daun terakhir: Daun Terhakir Musim gugur tiba Semua sirna oleh hembusan angin Gugur daun dari pohon Membuat perasaan ini hampa Ingat tak a...

Daun Terakhir: puisi

Daun Terakhir: puisi: Hanya itu Apa artinya aku tak mengerti Memang aku apa adanya Teserah kau Apa yang akan terjadi Terkadang kau datang dengan ...

Daun Terakhir: cerpen

Daun Terakhir: cerpen: Pagi yang cerah, aku membuka jendela. Angin berhembus menembus kulit, cahaya cerah menyambutku. Yeah... aku siap! Siap untuk hari ini...

puisi



Hanya itu

Apa artinya aku tak mengerti
Memang aku apa adanya
Teserah kau
Apa yang akan terjadi
Terkadang kau datang dengan seribu harapan
Namun aku tak peduli
Di saat aku mengharapkan setetes embun apa yang datang?
Tidak...
Aku bukan lentera yang selalu terang

Aku hanya ingin satu bintang
Sebatas sahabat tak lekang usia
Tak lebih dari batu karang
Keras...
Kau harus mengerti
Sebuah cinta dalam warna pelangi

Pikirkanlah
Bahwa kita hanya perantara
Perantara malaikat cinta yang haus akan kasih sayang
Andai kau memahami
Hanya itu  dan...
Mengertilah aku hanya ingin memanggilmu dengan sebutan , teman

puisi daun terakhir



Daun Terakhir

Musim gugur tiba
Semua sirna oleh hembusan angin
Gugur daun dari pohon
Membuat perasaan ini hampa
Ingat tak ada kebahagiaan datang

Aku mendesah di bawah pohon layu
Seakan terpencil dari kehidupan gemerlap
Ketika asaku tak lagi sanggup bertahan
Hanya ada satu titik harapan
Titik keajaiban Tuhan
Aku memohon sembari bersujud di atas sajadah
Tuhan aku mau gugur ini tak berlarut

Dan benar aku mengucap puji
Kepada maha besar sang pencipta
Musim gugur mulai berlalu menyisakan debu yang usang
Terguyur hujan hingga daun terhakirmu jatuh
Semua bangkit dengan kehendak dan kuasanya